Penanganan Penyakit Stroke

Prinsip penanganan penyakit stroke atau penatalaksanaan pasien stroke bersifat suportif, yaitu membantu dalam mengurangi luas kerusakan otak yang sudah terjadi dan mencegah semakin meluasna kerusakan otak akibat iskemik atau pendarahan.

Penanganan penyakit stroke atau penatalaksanaan psien stroke dapat diaplikasikan dengan langkah-langkah berikut :

Langkah pertama

  1. Air way
    Bebaskan jalan napas pasien. Hal ini berfungsi untuk memastikan oksigen masuk ke dalam tubuh pasien, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran. Pasien tersebut segera diletakkan dengan posisi telentang, leher disanggah sampai hiperekstensi maksimal. Semua benda yang ada di dalam mulut pasien dikeluarkan termasuk gigi palsu dikeluarkan untuk mencegah terjadinya aspirasi (masuknya cairan atauu benda asing ke dalam saluran napas).
  2. Breating
    Penanganan penyakit stroke dengan jika pasien tidak bernapas atauu terhadi henti napas maka diberikan oksigen 4 liter/menit melalui hidung. Jika tidak terdapat oksigen, dapat diberikan bantuan napas buatan dari mulut ke mulut. Pasien pun segera dibawa kerumah sakit untuk secepatnya mendapatkan pertolongan.
  3. Circulation
    Dirumah sakit, hal-hal diatas juga dilakukan. Perbaikan sirkulasi dan perfusi ke otak dengan cara mempertahankan jantung dan tekanan darah juga dilakukan. Pemantauan EKG dilakukan dalam 24 jam pertama dan pasien langsung diinfus dengan NaCl0.9%.

Langkah kedua
Melakukan penilaian deficit neurologis pada penanganan penyakit stroke dengan mempertimbangkan seberapa berat gangguan neurologis yang terjadi dan apakah gangguan neurologis tersebut masih akan memburuk atau membaik.

Langkah ketiga
Menentukan jenis stroke dengan penilaian scoring dan pemeriksaan penunjang

Langkah keempat
Langkah keempat merupakan penatalaksanaan supottif. Hal ini dilakukan agar kondisi fisik pasien cepat membaik. Sebagai contoh, elevasi kepala 30 derajat celcius untuk mengurangi peningkatan tekanan intracranial, badan pasien dibolak balik untk menghindari terjadinya dekubitus di punggung dan pinggang. Selain itu, dilakukan control tekanan darah secara kontinu. Kontrol kadar gula darah, kolesterol, dan fungsi jantung selalu dilakukan dan diawasi dala 48 jam pertama pascastroke.

Terapi herbal pada penanganan penyakit stroke sesungguhnya terapi ini tidak ditujuan pada penderita stroke (karena penderita stroke harus ditangani sangat segera) melainkan untuk mencegah serangan ulang pada pasien pasca stroke. Obat-obat terapi herbal berasal dari tanaman (akar, batang, daun, bunga, atau buah). Pengobatan herbal berada diluar ilmu kedokteran karena berasal dari tradisi turun temurun (pengobatan tradisional stroke berupa jamu-jamuan). Ada yang sudah diteliti secara laboratorium, ada yang masih beradasarkan pengalaman(empiris). Terapi ini bertujuan untuk menghambat berkembangnya faktor-faktor pencetus stroke, yaitu :

  1. Mengendalikan tekanan darah
  2. Menurunkan kadar gula darah
  3. Menurunkan kadar kolesterol darah.

=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Stroke dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Tradisional Stroke and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>